Peccato di gola

17 Juli 2012 at 20:05 1 komentar

Ruangan yang disediakan tidak besar namun cukup nyaman dengan beberapa lukisan karya Hoegeng terpampang di dinding, dapur bersih terletak di bagian dalam, sekitar 27 kursi bisa menampung para tamu dengan fasilitas wifi, stekker juga mushola dengan jam buka dari pukul 11 pagi hingga 11 malam. Saya datang ke Café Peccato di gola ini sekitar pukul 7 malam. Malam itu merupakan soft launching jadi hanya ada beberapa tamu undangan saja yang datang.

Pizza dengan toping sayuran, Lasagna, Pasta “penne” dengan saus brokoli serta ada cream jamur yang tersaji di dapur bersih malam itu. “Simply, Tasty, Healthy and Original Italian food restaurant” tagline yang ingin diangkat oleh pemilik café.

Favorit saya menu “Scaloppina ai Funghi”, yaitu jamur dengan cream berwarna putih, rasanya seperti jamur yang diberi campuran cream keju, gurih, dan enak. Melanjutkan icip-icip saya ambil sepotong pizza dengan irisan terong di atasnya. Rasanya cenderung asam. Ketika saya coba tanyakan pada pemilik café, asam yang timbul itu karena mereka tidak memakai saus tomat. Namun, tomat segar yang digunakan sebagai pencampur pizza. Eiya, menu-menu yang disajikan malam itu tidak lepas dari sayur, seperti pasta “penne” yang disiram dengan hijaunya brokoli yang sudah dihancurkan, lalu ada cream putih dengan irisan terong serta jamur.

Si pemilik café yang ramah datang menyapa saat saya sedang menikmati Lasagna. Kesempatan untuk bertanya dan bercerita pengalaman icip beberapa menu yang saya coba mengalir dalam obrolan santai.”Awalnya ruang café ini sebuah gallery lukisan yang memamerkan beberapa karya kakek saja ujar sang pemilik bercerita. Namun, ketika kembali dari Eropa tercetus keinginan untuk menambah fungsi lain bersama suami saya yang memang asli Italia, yaitu ingin menyajikan dapur Italia yang simple dan sehat. Suami saya sebagai chef-nya, laki-laki bule berwajah ramah itupun ikut tersenyum saat diperkenalkan pada kami. “Menu yang ada juga halal,” tambahnya. “Karena baik saya maupun suami muslim, meskipun memang belum ada sertifikasinya dari MUI.”

Pukul 20, saya seharusnya pulang karena sudah ada janji bermain ice skating di Margocity bersama teman-teman. Tapi pemilik café mengumumkan kalau menu penutup sedang dimasak, yaitu Tiramisu, menu wajib yang harus dimakan ketika masuk ke dapur Italia. Tiramisu datang 15 menit kemudian, disajikan dalam loyang bundar dan besar berwarna coklat muda. Chef yang baik itu menjelaskan kalau cake yang disajikan memakai bahan cocoa-marcapone cream-sugar-flour, “agak beda dengan tiramisu yang biasanya saya makan berwarna coklat agak hitam dan cenderung terasa kopi”. Saya jadi ingat dahulu pernah browsing mengenai tiramisu, kalau dilihat dari bahan-bahan yang disebutkan chef itu tiramisu yang disajikan jenis yang classic seperti dalam cerita web itu ☺

Untuk yang ingin mencoba menu-menu dari dapur Italia ini silakan datang ke alamat ini:

Peccato di gola
Hoegeng Gallery
Pesona Khayangan Blok DW II No.9, Depok


//

Iklan

Entry filed under: insi-De, Kuliner Depok. Tags: , , .

Es Krim Goreng Aneka Rasa

1 Komentar Add your own

  • 1. lukman  |  9 Oktober 2012 pukul 06:16

    waaa blog sikodok isinya kuliner semua
    btw mbak, bisa di-locate di google map gak sekalian u_u

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


siKodok Pindah Rumah


%d blogger menyukai ini: